Latest News Detail

ANGKLUNG UDJO DI KOLOMBIA

Dalam sambutannya, Dubes RI Bogota menyampaikan bahwa hubungan kedua negara memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan. Ada yang menjadi catatan khusus bahwa people-to-people contact kedua negara meningkat secara tajam. "Saat ini, jumlah turis dari kedua negara semakin meningkat dari tahun sebelumnya dan tahun ini Indonesia telah mengundang tiga siswa dari Kolombia untuk belajar di Indonesia, begitupun Kolombia yang telah mengundang tujuh siswa dari Indonesia untuk belajar bahasa Spanyol dan kebudayaan Kolombia," demikian disampaikan oleh Dubes RI Bogota.

Selain itu, di tahun 2017 Indonesia juga telah menerima 25 pengusaha muda asal Kolombia untuk melakukan kegiatan magang pada perusahaan Indonesia untuk mempelajari budaya bisnis Indonesia. Di bidang kerja sama teknis, pertukaran pakar dalam bidang pertanian masih terus dilakukan dan akan ditingkatkan. "Kami mengharapkan bahwa interaksi antar masyarakat dari kedua negara ini dapat memberi pemahaman bagi kedua negara agar ke depannya dapat menjadi aset untuk memperkuat hubungan kedua negara", demikian disampaikan oleh Duta Besar Priyo Iswanto.

Pada pagi hari sebelum resepsi diplomatik, Ketua Parlemen Kolombia, Mr. Rodrigo Lara, menyampaikan apresiasi kemajuan ekonomi Indonesia dan peran global yang telah dimainkan Indonesia. Untuk itu, Ketua Parlemen Kolombia mengharapkan hubungan bilateral Indonesia dan Kolombia dapat terus meningkat.

Pada kesempatan resepsi diplomatik ini, KBRI Bogota turut menghadirkan Saung Angklung Udjo (SAU) yang diwakili oleh Sdr. Robby Murfi, maestro angklung dari sanggar SAU yang berasal dari Bandung, Jawa Barat, untuk memperkenalkan angklung sebagai salah satu seni musik tradisional Indonesia. Pada kesempatan yang sama, para tamu resepsi masing-masing diberikan angklung sebagai bentuk promosi kebudayaan Indonesia serta memperoleh kesempatan bermain angklung secara interaktif dengan pimpinan Sdr. Robby. "Resepsi hari nasional Indonesia ini merupakan resepsi diplomatik terbaik yang pernah saya hadiri," demikian ucap Mr. Alfredo Ramos, Direktur Jenderal Asia, Afrika, dan Oseania Kementerian Luar Negeri Kolombia.

Dalam resepsi diplomatik juga dipamerkan potensi ekonomi Indonesia antara lain: produk industri penerbangan oleh PT. Dirgantara Indonesia, produk mebel, ukiran kayu, dan kerajinan tangan Indonesia yang dilakukan bekerja sama dengan pengusaha importir setempat yang sudah mengimpor produk mebel dan kerajinan Indonesia di Kolombia.

Perkenalan terhadap salah satu budaya Indonesia ini diharapkan dapat menarik perhatian dan meninggalkan kesan positif yang kuat tentang Indonesia sehingga tercipta pengertian dan pengenalan mengenai aneka macam budaya dan seni di Indonesia kepada masyarakat luas di Kolombia yang turut menghadiri resepsi tersebut.(Sumber: @KBRIBogota)